Memaknai badai kehidupan

May Allah heal whatever is hurting you ❤️.

Ada yang tergugu dalam tangisan. Mengusap wajahnya yang berderai air mata dengan punggung tangan. Sesak dihatinya bertalu, hanya dirinya yang merasakan duka lara di tengah rinai hujan deras yang tak kunjung berlalu.

Dunia seolah menekankan beban di pundaknya yang rapuh, menumpuk masalah hingga dadanya sesak dan nafasnya tersengal, di akhir segala badai yang tak mampu di pikulnya lagi, ia memutuskan menyendiri disudut, memeluk lutut dan menumpahkan semua sakit hatinya dengan airmata.  Hidupnya dijejali dengan masalah, hubungannya memburuk, finansialnya ambruk, dan hidupnya seolah tersuruk, dunia seolah hanya menimpakan derita untuknya.

Saat matanya memandang sekeliling yang ditemui  hanya senyum riang dan canda tawa orang-orang, seolah tak ada derita yang dilalui mereka. Perasaan iri pun kemudian menyusup dalam dadanya,  meniupkan angin keputusasaan dan menvonis pemilik kehidupan tak bersikap adil. Hanya padanya tak kepada orang-orang diluar sana,  yang meski hujan badai tetap memamerkan senyum,  berlari mengejar rintik hujan bahkan ada yang menari bahagia. Semua terlihat menyebalkan.

Saat nafasnya terasa tercekik dan suaranya telah habis, seorang anak kecil manis datang,  mengulurkan sehelai sapu tangan untuk menyeka air matanya,  bibirnya yang mungil berceloteh padanya bahwa di luar sana ada lengkungan warna-warni dilangit. Indah sekali. Matanya menemukan keindahan itu,  kemilau warna pelangi yang menghiasi langit yang muram. Anak kecil itu tersenyum, melihatnya tersenyum seolah menerbitkan tunas harapan di dadanya, ia mengucap terimakasih dan tersenyum balik menjawab senyumnya. Dan hatinya mulai merekah.
.
Saat masalah datang,  dan badai ujian menghadang, itu bukanlah akhir dari kisahmu. Mereka yang tertawa dan riang membagi senyum bahkan saat hujan melanda juga pernah merasakan sakit dan menangis sepertimu.

Mereka yang menari dibawah rinai hujan juga pernah luka dan berdarah dengan segala ujian hidup, setiap orang punya episode pahit dalam hidupnya. Mereka punya sejarah luka sendiri dan mungkin saja lebih hebat dari ujian yang menimpamu.

Tugas kita adalah memaknai kehidupan dengan cara yang telah diajarkan Allah. Ada saatnya kita mengendarai kesabaran saat ujian dan badai melanda bahkan saat sakitnya hingga sampai ketulang-tulang,  juga ada saatnya memeluk kesyukuran saat nikmat-nikmat menyentuh daun takdir kita.

Juga membiasakan sikap Qonaah memenuhi kehidupan kita,  agar tak ada sesal dan vonis bahwa Allah tak adil,  tuhan membenci  dan melupakan kita.

Ia adalah pondasi menjalani kehidupan atas segala takdir yang telah Allah gariskan untuk hidup yang dijalani. Bukankah Allah hanya memberi beban yang bisa kita tanggung? Bukankah Allah adalah perancang takdir terbaik? Lalu mengapa kita berkeluh saat ujian melanda?.

Bukankah kata Ali bin Abi Thalib, "Aku bahagia jika rencanaku terwujud, namun aku lebih bahagia jika ia tak terwujud sebab itu berarti rencana Allah yang terjadi". Tenanglah, rencana Allah jauh lebih baik dari rencanamu.

Saat badai bergulung dan petir tak henti bergemuruh. Tenanglah, badai akan segera berlalu, setiap masalah Allah telah siapkan jalan-jalan solusi, di sela ujian Allah turunkan berbagai jalan keluar.
ان مع العسر يسرا
"Sungguh, bersama kesulitan ada kemudahan"

Maka ketika hujan terhenti,  mentari akan muncul kembali,  tak hanya dengan langit yang putih bersih namun ia juga sesekali bersama pelangi.

Saat ujian menimpa bukan berarti segalanya menemui akhir,  mungkin saja ini adalah cara Allah untuk menuntun kita kembali padanya,  setelah lama tak menemuinya dalam sujud-sujud kita.
Bisa saja ini adalah alasan Allah untuk memanggil kita agar mengadukan segala perih dan menangis di hadapannya,  setelah hari-hari yang terlalui dengan kesombongan dan kelalaian yang menyebabkan kita lupa mengingatnya.

Sesungguhnya, ujian, badai, sakit yang dirasa dan gelombang masalah adalah tarbiyah dari Allah untuk kita, apakah kita akan sabar ataukah tenggelam dalam keputusasaan. Tapi berbahagialah, karena Allah tak pernah berpaling. He always near, lebih dekat dari urat nadi kita. Maka, jika segala sesak dan gelisah telah membuatmu buntu, saat itulah waktu mu untuk menemui-Nya.

واستعينوا بالصبر والصلاة
"Dan mohonlah perlindungan dengan sabar dan shalat"

Dan kau akan temui segala gulanamu terangkat. Mentari kembali bersinar,  senyum akan kembali merekah, dan kini langkahmu jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Always Hug U tight❤️
Azizah Zein

Komentar

Postingan Populer