Melawan ketakutan.

Gadis itu tergugu dalam gelap, memeluk lutut dan menutup mata indahnya dengan penuh ketakutan, suara gedoran pintu yang bertalu tak mampu menggoyahkannya, ketakutannya padu membentuk benteng,  benteng yang semakin tinggi untuk ditembus. Hingga malam menjelang gadis itu tetap meringkuk di kamar gelap,  menutup diri dan membenci cahaya.

Saat pagi menjelang,  seorang gadis kecil mengetuk pintu perlahan, melempar sapaan singkat.  Gadis yang digelung kegelapan menyahut.
"Jangan masuk,  aku takut! "
" Tak apa,  aku bersama mu,  dia tak akan mengganggumu".
Gadis kecil itu memasuki kamar dengan cepat, menutup pintu lalu bergegas menemui gadis yabg tetap memeluk lutut dan gemetar ketakutan.
"Dia mengikutiku! " suaranya bergetar penuh.
" Disetiap sisi dia ada, menghantui dan menerorku"
"Meski telah ku usir setengah mati dia tak beranjak dan aku masih dikecam ketakutan"

Gadis kecil itu memeluknya, menyanyikan senandung lirih yang indah, kemudian mengenggam tangan gadis itu hangat.

"Kakak cantik,  dia akan selalu ada.  bukan sesuatu yang patut ditakuti,  di hardik untuk pergi bahkan ditinggalkan. Karena setiap kita tercipta dan memiliki itu"

"bayangan gelap itu akan ada disisi berlawanan cahaya, cobalah untuk tak mengejarnya karena ia tak akan tergapai tapi saat kau memutuskan untuk berbalik dan berlari menuju cahaya maka ia tak punya pilihan selain mengikut dibelakangmu"

Gadis itu mengangkat wajah memandang gadis kecil berkepang dua didepannya dengan berurai airmata. Gadis kecil itu mengangguk,  memberi tepukan hangat ditangannya lalu kembali menyanyikan lagu riang tentang indahnya sinar mentari di luar sana.

_______________

Dinamika hidup kerap menawarkan dua sisi,  satu sisi memberi peluang (cahaya)  dan satu sisi menawarkan
ancaman (kegelapan). tangan kita kerap tak menerima peluang karena ketakutan akan ancaman yang memenangkan pikiran kita.  Beribu jalan menuju perbaikan kita tolak karena ketakutan akan ancaman yang belum tentu terbukti.
Kita takut untuk mengeluarkan biaya lebih untuk pendidikan karena kita takut jatuh miskin. Kita memilih berdiam diri dirumah dari pada mengembangkan bakat karena takut tak akan berguna.  Kita tak memilih untuk mulai menghafal Al Quran karena takut akan terlupa. Kita enggan memulai bisnis karena takut akan jatuh dan gagal. Kita malas untuk mengeluarkan suara karena takut akan disalahkan. Kita takut untuk memulai karena takut akan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan menimpa. 
Berapa tahun kita akan hidup dengan sekat ketakutan?
Berapa tahun kita akan tarik ulur waktu (buang2 umur)  karena ketakutan?
Berapa lama kita akan terkurung dalam dinding ketidakmampuan  karena ketakutan?
Berapa tahun lagi kita akan menumpuk ketakutan dalam hidup ini?

__________

Mulailah untuk melangkah,  melawan ketakutan dengan keberanian. Menghalau segala pikiran dan suara negatif dengan semangat positif.  Karena hidupmu di tentukan olehmu.  Maju mu ada di tangan mu. Sukses mu tergantung dari usahamu.
Tergantung dari sejauh mana kamu melangkah untuk mencapai peluang dan tak gentar oleh bayangan ancaman.

_________
Perubahan itu ada di tanganmu,  tak masalah berapa umurmu sekarang,  tak masalah betapa kurangnya dirimu sekarang, karena selalu ada jalan untuk yang berusaha.  Karena setiap hasil tak pernah menghianati proses. Melajulah dengan keberanian dengan tekad kuat untuk membuat sebuah sejarah gemilang, yang akan dikenang  hingga anak keturunanmu.

@zzhzein_

Komentar

Postingan Populer