Kicau Untuk Sahabat

Riang mentari, kicau merpati dan hangat musim semi adalah simbol pertemuan kita dalam dekap kasih ar-Rahman. Segala rintih kesakitan,  luka yang menganga dan airmata yang tumpah seakan terhapus dan berlalu begitu saja kala jiwa kita kembali dipertemukan dalam cawan-cawan ukhuwah.

Meski kita tak lahir dari rahim yang sama namun ukhuwah ini memeluk kita laksana keluarga, dunia yang indah terbagi bersama dalam tawa ceria, sedang air mata dan kepedihan habis terurai bersama. Betapa agungnya sebuah pertemuan yang bermuara karena-Nya. Atmosfer barokah dan cinta Allah terasa berputar dan melingkupi setiap pertemuan,  menjadi bukti bahwa Allah menjadi saksi atas pertemuan kita.

Meski berat menggelayut kala perpisahan menjemput segala yang semu walau disini memang bukan muara keabadian.  Hingga kusulam dalam harap, jika dunia tak mampu mempertemukan kita lagi, semoga dekap ukhuwah ini mekar dan merona di taman syurga-Nya.

Bersama kalian,  segala yang terlalui adalah episode-episode terbaik yang tuhan kirim dalam hela nafas,  memang tak selamanya menawarkan canda tawa,  kadang ia diselingi kesalahpahaman, dibuka dengan air mata dan diiringi rasa sakit dan lelah yang bertumpuk. Tapi darinya lah ikatan ini semakin menguat,  pantas untuk dikenang dan menjelma menjadi kerinduan yang merasuk sukma, sebuah pertemuan yang kemudian di idamkan berlanjut di Jannah-Nya.

Sahabatku dalam belukar ukhuwah yang  kini betapa sulit kutemui karena jauhnya jarak dan waktu yang menyekat jasad,  satu harapku agar kalian tetap mewangi dengan sifat-sifat indah muslimah,  dunia yang kian busuk inj begitu beruntung mendapati kalian menghuni petak-petak ruangnya,  tetaplah bersinar sebagai muslimah yang akan membawa obor cahaya untuk sebuah cita membangun peradaban bermandi cahaya islam dan al Quran yang kelak akan dihuni oleh jundi-jundi kita.

Meski tak lagi bersua namun jiwa kita tetap terangkai dalam kerja kebaikan untuk-Nya. Raga kita mungkin merasakan perpisahan namun hati ini terikat dengan indah ukhuwah dan tersebut dalam setiap doa. Karena kerja nyata tak hanya saat kita bersama pun saat kita tak lagi dijalan yang sama dan mendendangkan kalam ilahi berbarengan.  Tetaplah bekerja dalam harmoni dakwah karena ini adalah jalan terbaik untuk mengisi rehat dan kembali bersua di firdaus-Nya.

Hari ini mentari mulai meninggi,  kabut yang menyelimuti pagi telah tersingkap dan alam kembali tersenyum kepada penduduk bumi. Waktu untuk berehat dan bergelung dalam selimut telah usai. Maka kencangkan kembali sabukmu, sahabatku.  Kerja kita akan berlanjut,  langkah kita akan kembali terayun  pun peluh menitik untuk menyambut harapan itu terwujud.

Ku ucap selamat untukmu,  karena tetap memilih untuk bersabar dijalan ini serta memilih untuk menjadi muslimah yang membuat para bidadari di syurga berkerut karena cemburu.

Semoga keberkahan tetap setia menyertai langkah kita.

With Love
Azizah Zein

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer